Nabi yang kumaksud bukan Rosulullah SAW. Perlu diingat bahwa sebagai Umat Islam, kita perlu mengimani ada 25 Nabi yang perlu dihafal, tapi sebetulnya ada ribuan Nabi yang diutus Allah SWT seumur umat manusia ada.
Ada kisah beberapa Nabi yang diabadikan di Al Qur’an, termasuk doa dan ucapannya. Terbukti bahwa Nabi yang diutus Allah adalah orang-orang dengan karakter pilihan, tidak sembarangan, dan mempunyai kecerdasan yang luar biasa.
Kuambil contoh, Nabi Yunus AS. Ketika beliau pergi meninggalkan kaumnya karena jengkel pada merek, dan Allah marah akan hal tersebut, maka ketika di atas kapal, Allah menurunkan badai yang luar biasa dahsyat, dan para penumpang kapal membuat undian nama siapa yang akan dibuang ke laut, dan nama Nabi Yunus keluar 3 kali, takdir Allah menjadikan Nabi Yunus dibuang ke laut, dan ditelan oleh ikan paus.
Dalam 3 kegelapan -kegelapan malam, kegelapan air laut yang dalam, dan dalam kegelapan perut ikan paus-, coba tebak apa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus? Apakah “Ya Allah, keluarkan aku dari sini,” atau “Ya Allah, kenapa aku?” ; tapi tidak. Doa Nabi Yunus adalah doa yang berkelas, doa yang tidak akan mungkin keluar jika empunya tidak memiliki kecerdasan tinggi. Doa yang dipanjatkan malah berupa pujian terhadap Allah, dan pengakuan akan kedzoliman diri. “Laa ilaaha illa anta, subhanaka, inni kuntu minnadzzolimiin” Tidak ada Ilah (Tuhan) selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzolim.
Yang menggelitikku adalah, kenapa doanya tidak minta dikeluarkan, diselamatkan? Kenapa kok doanya malah begini?
Setelah aku pikir beberapa lama, dan dengan modal kecerdasanku yang apa adanya ini, aku menyimpulkan, -dan tentu dari Ilmu dari ceramah-ceramah para guru yang pernah aku simak-, bahwa: ketika seseorang berada dalam kesadaran bahwa dirinya lemah, bahwa ada kekuatan yang sangat besar, yaitu Ilah (Tuhan) yang menguasai semuanya, maka nothing’s difficult for The Almighty. Apa yang perlu kita lakukan adalah mengakui kesalahan, ya emang salah, mau digimanain lagi. Dan kepasrahan yang utuh. Pasrah berserah diri, kumaha engke welah, nu penting mah ngaku salah heula. Mungkin begitu kalau bahasa Sundanya. “Gimana ntar ajalah, yang penting ngaku salah aja dulu.” Sebuah sikap yang sudah mengesampingkan ego, tidak akan mudah, tapi ternyata terbukti manjur!
Ketika Nabi Yunus merapalkan doa tersebut yang akhirnya Allah SWT mengampuni beliau, maka dengan kesempurnaan rencana Allah, Nabi Yunus dimuntahkan oleh ikan paus yang menelannya di tempat kaumnya berada. Dan syukurnya, kaumnya jadi beriman semua. Kisah Nabi Yunus bin Mata ada di Al Qur’an, surah Al-Anbiya ayat 87-88, surah As-Saffat ayat 139-148, surah Al-Qalam ayat 48-50.
Maka, setelah mempelajari manjurnya doa tersebut, ketika kita berada di situasi yang gelap banget, bener-bener gak bisa ngapa-ngapain lagi, amalkan doa ini sebagai dzikir yang berulang.
Biarkan diri ini mengakui segala kesalahannya, dan biarkan tobat menjadi penghapus dosa, dan biarkan Cahaya Ilahi datang menerangi, dan biarkan nanti kita ditempatkan di tempat yang tepat.
Terlalu banyak keajaiban dalam hidup ini, terlalu sering Allah kasih kejutan karena kepasrahan, tobat, dan doa.
Mungkin selama ini aku menganggap Cahaya adalah hal yang biasa, I take it for granted. Maka Allah memberikan fase kegelapan biar aku mikir, biar aku bisa bersyukur, biar aku bisa bertobat dan mendengarkan diriku lebih baik, dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh, sampai Allah berkenan mengeluarkan aku dari kegelapan berlapis-lapis.
Aamiin.
No comments:
Post a Comment