Showing posts with label addiction. Show all posts
Showing posts with label addiction. Show all posts

Friday, December 01, 2017

Melepaskan Kecanduan (bagian 2)

Setelah 2 langkah sebelumnya, yaitu mencari makna lalu melepaskan anchor yang menghubungkan rasa kecanduan dan hal apapun yang mengingatkan terhadap kecanduan yang dihilangkan; yang mana sebelumnya contohnya adalah makan berlebihan. 

Langkah ketiga: Meletakkan makna baru terhadap kebiasaan yang menyebabkan kecanduan. 
Setelah makna lama diketahui, bisa jadi itu adalah alasan sebenarnya untuk makan berlebihan. 

Contohnya: 
  • Seseorang kecanduan makan berlebihan walau sudah kenyang

Maka di langkah pertama, mencari makna yang sebenarnya, apa yang menyebabkan makan berlebihan. Bisa jadi kemungkinan yang muncul adalah: 
  • Makan berlebihan adalah pelarian saat lelah
  • Makan berlebihan adalah sumber kebahagiaan yang instan 
  • atau apapun 

Maka di langkah ketiga, memberi makna baru tentang makan berlebihan. Misalkan: 
  1. Makan berlebihan bukanlah hal sehat yang baik untuk dilakukan 
  2. Lelah bisa diistirahatkan, bukan dengan makanan, namun dengan rileksasi yang berbeda

Keempat: Salah satu bantuan yang menguatkan adalah mencari role model. Idola yang telah melewati fase yang sama dengan yang sedang dialami. Belajar dari role model menjaga semangat untuk melewati fase kecanduan yang ingin dihentikan. Karena membuktikan bahwa orang lain telah bisa melaluinya. Jika orang lain bisa, maka kita juga bisa. 

Dari mana role model ditemukan? 
  1. Bisa dari diri sendiri, misalkan diri sudah pernah mengatasi kecanduan sebelumnya di waktu sebelumnya. 
  2. Bisa dari diri sendiri, misalkan apa yang dibayangkan jika diri sudah melangsing. Dan bisa memberikan reward jika hal itu tercapai. 
  3. Dari orang lain. Melihat orang lain yang telah melewati yang sama dengan sukses, lalu mengikuti langkah-langkah yang dilakukan. 

Kelima, mengganti kebiasaan yang dimaknai sama seperti kebiasaan kecanduan sebelumnya.
Misalkan: makan berlebihan ketika lelah, maka mulai mencari kegiatan baru ketika rasa leal datang. Jika sebelumnya mengalihkan rasa lelah ke makanan, maka putuskan kegiatan penggantinya. Misalkan minum teh. Maka ketika rasa lelah datang, anchor terpasang dengan dengan minum teh, bukan lagi dengan makan berlebihan. 

Fiuh.. panjang juga ternyata jika diurai satu per satu. 

Ya, jadi seperti itulah kira-kira. Jadi memang dibutuhkan banyak langkah untuk melepaskan kecanduan. Toh kecanduannya juga membutuhkan waktu, tentu untuk menghilangkannya juga akan membutuhkan waktu. Mungkin lebih lama dari yang dibutuhkan untuk menghilangkannya, tapi ya, bukankah hidup adalah pilihan?   

Pilihan, dan konsekuensi atas pilihan itu. 

Kecanduan ada risikonya, pun lepas dari kecanduan ada harganya. Which one do you choose? 

Thursday, November 30, 2017

Melepaskan Kecanduan (bagian 1)

Addiction. Kecanduan. Tidak hanya pada pengguna rokok dan narkotika. Kecanduan juga bisa terjadi pada orang “normal” yang tampak sehat. 

Saya pernah membaca di salah satu artikel tentang bagaimana mengetahui apakah kita sedang kecanduan atau tidak. Contoh di artikel itu ialah tentang orang dewasa yang kecanduan gawai. 

Bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk scrolling sosial media. Jualan tidak, hanya stalking saja. Untuk apa? Ya memang itu hobinya.

Saya jadi berpikir, apa bedanya antara kecanduan dan hobi. 

Mungkin tipis perbedaannya.

Menurut KBBI: 
hobi/ho·bi/ n kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama: melukis itu sebagai -- saja, bukan sebagai mata pencahariannya;

kecanduan/ke·can·du·an/ v ki kejangkitan suatu kegemaran (hingga lupa hal-hal yang lain): kelihatan menonjol ~ nya pada segala macam permainan: banyak pemuda yang sudah ~ morfin

Maka, bisa saja dari hobi beralih menjadi kecanduan. Tapi kecanduan ini bukan kata benda. Sedangkan hobi adalah kata benda, mari kita lihat apa yang dikatakan KBBI tentang candu. 

candu/can·du/ n 1 getah kering pahit berwarna cokelat kekuning-kuningan yang diambil dari buah Papaver somniferum, dapat mengurangi rasa nyeri dan merangsang rasa kantuk serta menimbulkan rasa ketagihan bagi yang sering menggunakannya; 2 cairan kental berwarna hitam yang keluar dari rokok yang diisap yang melekat pada pipa; 3 ki sesuatu yang menjadi kegemaran;

Nah, setelah sama-sama menemukan kata bendanya. Maka kita bisa lanjutkan sekarang. Bagaimana mengatasi kecanduan? 

Saya bukan psikolog, maka tidak mampu melihat masalah ini dari sisi psikologi secara teori maupun praktik. Yang saya mampu tuliskan adalah hasil belajar ditambah pemahaman saya dari sudut pandang NLP. 

Candu, bisa merupakan benda atau kegiatan yang membuat ketagihan, karena efek dari pemakaiannya yang menimbulkan kesenangan atau kebahagiaan. Terlepas dari berapa lama efek itu terjadi. Merokok, katanya menimbulkan rasa tenang, ya selama menghisap rokok, setelahnya ya, bisa jadi uring-uringan kembali. Maka, bagi orang yang menemukan rasa tenang di rokok, ya akan mencari rasa tenang itu lagi dan lagi. Ketika membutuhkan rasa tenang, yang diingatnya adalah kegiatan merokok. Ya kan? 

Dalam contoh ini, maka anchor nya adalah rokok. 

Sama dengan ketika orang ketagihan makan manis sebagai pelampiasan emosinya. Emotional eater. Makan bukan karena butuh, melainkan karena keinginan. Makanan manis mampu membantu orang tersebut menemukan ketenangan, kebahagiaan. Mungkin sementara, tapi ini bukan masalah. 

Lalu, bagaimana melepaskan anchor? Berproses ya.. 


Pertama: Mencari makna dari anchor itu. Menggali diri, apa yang sebenarnya didapat dari candu tersebut? Misalnya, kesenangan, kebahagiaan, adrenalin. Menjawab ini artinya benar-benar mengenali diri. Apa yang sejatinya, sesungguhnya didapat dari pemakaian candu itu?

Kedua: Melepaskan anchor. Jika sudah terjawab pertanyaan pertama, maka selanjutnya, melepaskan anchor itu dengan meluruhkan sedikit demi sedikit.

Contohnya seseorang kecanduan rokok, maka ketika dia melihat asbak, tentu yang terbayang adalah rokok. Selanjutnya adalah terasa kenikmatan merokok. Oleh karena itu, jika ingin melepaskan dari kecanduan, ya menghilangkan hal-hal yang berhubungan yang dapat mengingatkan tentang candu tersebut. 

Poin berikutnya kita lanjutkan esok hari insyaallah.