Thursday, November 15, 2018

A & E (112)

Aku tak tahu berapa lama kau akan bertahan. Menyiksa diri seolah kan kau bisa melupakan. Tak bisakah kau pilih jalan yang lebih tak menyakitkan? Aku sedih melihatmu termenung sendirian. 

Aku bukanlah gemintang yang kau harapkan. Apalagi rembulan yang kau dambakan. Aku tak sempurna seperti pilihan yang telah kau halalkan. Kita memang pernah bersama dan telah Allah cukupkan. 

Tak perlu berlama dalam kenangan. Kurasa tiap detik akan terasa lamban jika kau tak hidup pada masa sekarang. Kenanglah aku sebagai seseorang yang pernah datang, lalu pergi karena kebodohan. 

Bahagianya aku punya orang yang akan selalu menyayang. Tapi tolonglah, jangan diri sendiri kau korbankan. Aku sedih melihatmu terlihat bukan seperti seseorang yang menyenangkan. Sampai kapan kau pasang topeng itu, sayang? Sampai berhenti orang-orang memanggilmu Elang? 

Kita tak lagi punya kuasa akan takdir kehidupan. Kau memilih untuk melewatkan. Kau menyesal karena melewatkan. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk mengulang. 

Lanjutkan hidupmu, Elang. Aku tak mengapa di sini sendirian. Aku yakin Allah pasti sayang. Ia hanya menguji sampai di mana kesabaranku menanti sang pangeran...



Yogyakarta. 
2018

No comments: