Hai kau penikmat kopi, apakah penting bagimu kopi yang kau seduh berasal dari mana? Ditanam di ketinggian berapa? Ditanam di kelembaban berapa? Robusta, arabica, atau keduanya? Berapa curah hujan di perkebunan saat kopi kau tanam? Apakah kau peduli itu semua? Kuyakin jawabmu, ya!
Tapi bagi yang tak suka kopi, informasi-informasi itu tak berarti. Kopi ya kopi. Hitam pahit kadang sedikit manis. Kopi ya kopi, obat di kala mata hendak terkantuk. Kopi ya kopi, sudah itu saja.
Maka sama. Bagiku, informasi-informasi di mana kau tinggal, apa kebiasaanmu, bagaimana caramu menata lemari, apa pandanganmu tentang politik, apa pendapatmu tentang artis tertentu; semua penting bagiku.
Karena aku, penikmat hadirmu. Bersyukur akan hadirmu. Seperti halnya kopi yang kuseduh tiap pagi, begitu pula yang kuinginkan dari kita. Bertemu berbincang tiap hari. Seperti halnya kopi yang kupesan saat aku duduk di cafe, begitu pula yang kuinginkan saat aku bersantai, bersamamu.
Selamat pagi, Ola.
Elang.
No comments:
Post a Comment