Wednesday, October 17, 2018

A & E (95)

Ola,


Saat ku bersamamu, berapapun waktu yang kuhabiskan, akan selalu kurang. Aku akan mencari cara untuk memperpanjang pertemuan kita. Apakah itu dengan beralasan mengantarmu pulang, atau apapun yang bisa kulakukan untuk membuatmu lebih lama. Tak adil? Adil menurutku. Maka kaupun akan punya jatah waktu lebih lama denganku. Kau suka itu juga kan?

Meski akhir-akhir ini aku sibuk, jangan kau pikir aku tak rindu. Aku rindu. Kutunda rasanya hingga nanti ku tahu kita akan bertemu. Kukumpulkan hingga nanti ia akan membuncah menjadi sebuah lautan puisi penuh rayu. Kukumpulkan hingga rindu menjelma menjadi satu raksasa yang akan menelanku hidup-hidup. Rinduku padamu tak bisa kuungkapkan. Selalu kuharap itu dirimu, bukan dirinya. Yang mendampingi di pelaminan, yang ada di sampingku saat ku terjaga di tengah malam. Maafkan.

Bagiku, akan ada selalu ruang untukmu. Kapanpun kau datang, you're always welcome. Seperti yang pernah kunyanyikan, dulu, saat kita masih di Belanda. I am here for you, always here for you. when you need shoulder to cry on, someone to rely on, I am here for you.

Ola, kau tak tahu kadang aku lelah mengenakan topeng ini. Akupun mencoba untuk menerima kenyataan aku dengannya. Tapi jujur, aku masih berharap itu dirimu.

Maafkan aku yang melewatkanmu.



Elang.

No comments: