Monday, October 15, 2018

A & E (92)

Aku tak bisa berpikir jernih. Kehadiranmu mengacaukan sistem kesetimbanganku. Spending my time with you is everything I wanted to do. Aku tak pernah suka perjalanan, tapi jika denganmu, keliling Eropa sambil jalan kakipun akan kulakukan.

Ola, aku tak tahu apa yang membuatku tertarik padamu. Sikapmu yang kekanak-kanakan, tatapan matamu yang polos dan dalam, ataukah opini-opini yang kau lontarkan cerdas dan pertanyaan yang senantiasa membuatku berpikir menggali lebih dalam ke hati.

Aku menikmati setiap detik kuhabiskan denganmu. Meski hanya menatapmu yang sedang mengetik artikel yang mesti kau kumpulkan. Aku tak kan kuasa mengatakan bahwa aku sudah memilikinya. Aku tak ingin kehilanganmu kedua kalinya. Aku hanya ingin hidup di saat ini, selebihnya, itu terlalu lama.

Apa yang akan dipikirkan Atika jika ia tahu aku di sini bersamamu? Akankah dia marah? Akankah dia cemburu? Akankah dia memahamiku yang sejatinya selalu merindukanmu? Ah, aku tak peduli itu. Itu urusan nanti, yang penting sekarang, ada kau di sisi.

Rasanya ingin kugenggam lagi jemarimu, La. Tapi aku menahannya. Kusimpan tanganku di saku jaket agar ia tak lancang menggapai jemarimu. Kusimpan tanganku di bawah meja, agar tak lancang ia menjulur mencari kehangatan di genggaman telapak tanganmu. Maafkan aku, La. Kau hanya terlalu indah untuk kulewatkan...

No comments: