Selasa kemarin saya alhamdulillah bisa ada waktu di pagi hari untuk olahraga di luar rumah. Memutuskan untuk ke Saraga (Sasana Olahraga Ganesha) mumpung udara segar dan langit cerah. Dengan outfit seadanya, karena macan ternak (emak cantik anter anak), bismillah kita go!
Di sana, ada 2 kerumunan orang yang menohok mata saya. Pertama, adalah kerumunan bapak-bapak kayaknya se-genk, yang jalan cepat, sambil ngobrol, dan sama sekali enggak ngos-ngosan. Mereka ada di lintasan 3, 4, 5.
Di lintasan 8 paling kanan ada sepasang suami istri yang overweight, yang sedang berjalan kaki. Saya lihat dari belakang, jalannya tidak secepat genk bapak-bapak tadi, sempat mencuri dengar tapi saya gak paham bahasanya. Eh, kok saya asumsi bahwa mereka adalah pasangan suami istri? Iya kayaknya, karena kalau melihat usia mereka, yang saya asumsikan 60 ke atas, kayaknya ga mungkin itu kakak adik. Kayaknya ya.
“Ih, kok kamu fisik banget sih?”
Enggak, bukan gitu.
Gini lho. Alasan saya pergi ke Saraga adalah karena kayaknya saya kurang kena sinar matahari pagi, kurang vitamin D, dan jujurly, sudah masuk Obese tingkat 1. Menyedihkan? Iya.
Dan 2 jenis orang tadi, saya teringat suatu teori di NLP, yang bernama Meta Model. Apa ini?
Meta model adalah “program” yang kita gunakan dalam sistem pikiran dan tubuh untuk melakukan input dan memproses infromasi (Teddi, The Art of Enjoying Life, hal 188).
Meta program sebenarnya adalah mencermati struktur bahasa seseorang untuk dapat memprediksi perilaku yang akan ia lakukan dalam konteks tertentu (hal 189).
Dan salah satunya adalah Meta Model Arah. Meta model arah ini dibagi menjadi 2, yaitu Towards To (menuju) dan Away From (menjauh).
Contohnya begini:
Ada karyawan yang takut dipecat bosnya, makanya dia bekerja mengikuti target yang ditetapkan.
Apakah ini termasuk Menuju atau Menjauh?
Ya benar! Menjauh.
Selanjutnya,
“Aku ingin kaya, makanya aku keras mencapai target agar aku dapat promosi jabatan.”
Ini Meta Model apa? Menjauh atau Mendekat? Ya benar, Mendekat!
Pengamatan terhadap kalimat yang diucapkan seseorang akan memudahkan kita sebagai Leader untuk mengarahkan. Jika ia adalah orang Towards To (Mendekat), maka sampaikan kalimat motivasi yang membuat dia mendekat, misalkan dia ingin kaya; nah, tanyalah berapa kekayaan yang ingin dia miliki. Lalu ajarkan cara mencapai targetnya.
Sedangkan jika ia adalah orang yang Menjauh; maka berikanlah gambaran-gambaran kehidupan yang tidak ingin dia miliki. Misalkan: dia tidak ingin dipecat, tidak ingin jatuh dalam kubangan hutang, dan semacamnya. Sesuaikan kalimat Anda “kamu tentu tidak mau dipecat, kan?”
Lalu apa hubungan Meta Model ini dengan acara jalan saya di Saraga?
Saya menemukan jawaban bahwa untuk konteks ini, kesehatan; ternyata saya orang yang lebih dominan Menjauh. Saya gak pengen menua dan tidak makin sehat. Saya ingin tua dengan sehat dan kalau bisa ya kayak Tom Cruise gitu lah; makin tua usianya, tapi tetap menjaga fisiknya. Ya karena usia kan di luar kendali kita, sedangkan kesehatan adalah ada dalam kendali kita.
Kita bahas di next artikel tentang ini ya.
Anda mau berlatih? Dengarkan kalimat-kalimat Anda, pemilihan kata Anda; di konteks yang berbeda; mungkin kadang Anda menjadi orang yang Mendekat, tapi di konteks lain, Anda menjadi orang yang Menjauh.
It’s okay! Tidak perlu khawatir. Anda tidak sedang berkepribadian ganda, kok. Anda memang mempunyai pandangan yang berbeda untuk konteks yang berbeda. Dan dengan belajar NLP, semakin Anda bisa mengenali diri Anda; akan semakin mudah Anda mengoptimalkan potensi dan kemampuan Anda.
#part1
#MetaModelDirection