Monday, January 09, 2023

Tata Cara Pembuatan Paspor setelah Oktober 2022


Ternyata syarat pengurusan paspor sekarang makin mudah. 


1. Downlod aplikasi Mpaspor dan isi pengajuan di sana. Bayar lewat internet banking, Rp 350.000 

2. Pilih tanggal yang masih ada kuota dan di tempat yang terdekat kalau bisa.

3. Datang di tanggal yang dipilih. Pastikan sudah sarapan. 

4. Bawa semua persyaratan seperti yang sudah diisi di MPaspor & print out surat pernyataan yang ada di aplikasi

5. Bawa 2 materei 10.000-an 

6. Datang ke kantor imigrasi, isi formulir, masukkan semua fotokopi persyaratan (KTP 1 lembar jangan lembar kecil, KK, akte kelahiran / buku nikah, surat rekomendasi Kemenag kalau ada, paspor asli kalau Penggantian) di sana 

7. Antri di loket 1. Berdiri. 

8. Antri di loket 2. Duduk. 

9. Jangan pakai baju / kerudung putih. Foto & wawancara. 

10. Dapat surat untuk pengambilan, bawa materei 1 buah kalau mau ambil lagi paspor lama yang udah berisi visa. 

11. Semoga Allah mudahkan. 


Aku kemarin ngurus di Kantor Imigrasi Bandung yang di jalan Surapati. Alhamdulillah ada minum gratis air putih & floridina dingin. 


Begitulah pengalamanku mengurus penggantian paspor baru, karena paspor lama udah expired. Alhamdulillah dapat yang 10 tahun; peraturan ini berlaku sejak tanggal 12 Oktober 2022. 





Selamat hari Jumat!


#paspor10tahun

Thursday, January 05, 2023

Persiapan Fisik dan Hikmah Sa’i




Persiapan sebelum umroh lumayan niat. Dari bulan Juli udah siapin lensa kacamata yang otomatis menggelap ketika cuaca terik. Mulai walk-walk intensif sejak bulan Oktober. Persiapan ini aku sengaja lakukan karena aku tahu di sana pasti banyak jalan, begitu cerita dari teman-teman yang sudah umroh sebelumnya. 


Sampai di Mekkah, alhamdulillah hotelnya enggak terlalu jauh, tapi lumayan jalan 5  menitan untuk sampai ke pelataran Masjidil Haram. Dari pelataran masih masuk lagi ke dalam ke tempat Ka’bah. 


Berangkat tanggal 25 Desember sore dari Indonesia, sampai di Jeddah tanggal 26 Desember, langsung naik bus ke Mekkah. Ambil miqot di bus di Jeddah sebelum bus berangkat. Dari situ, istirahat sebentar langsung jam 8 pagi mulai umroh wajib. 


Di situlah kekuatan fisik teruji. Setelah 9 jam duduk, langsung jalan. Masih jetlag, langsung thawaf, sa’i dan tahallul. 


Thawaf, di putaran tertentu lumayan berdesakan. Di dekat Maqam Ibrahim dan di dekat Hajar Aswad terutama. Aku tuh orangnya gak suka tempat yang penuh dan berdesakan, tapi untuk ini, ya Allah, rela aku rela. 


Kemudian ketika Sa’i. Karena di rumah latihannya pakai sepatu, sedangkan pas di dalam Masjid cuma pakai kaos kaki, rasanya beda. Kaget secara fisik. Apalagi kemarin pas pertama belum pakai kaos kaki masjid yang tambahan yang ada titik-titik bawahnya itu. Lumayan langsung. Kebayang kalau yang laki-laki, ga boleh beralas kaki sama sekali. 


Setelah beres, kurang lebih menjelang Dzuhur, rasanya langsung pengen rebahan. Kaki ditempel koyo, saking pegelnya. Yang biasa jalan di rumah hanya 6000-8000 langkah, ketika di Mekkah di atas 10.000 langkah. 


Intinya apa?  Intinya, kita yang penting siap-siap aja dulu, seenggaknya ada modal meski belum banyak, yang penting sudah gak kaget banget. Adapun kenyataannya ternyata jauh lebih susah dibanding latihannya, artinya sepulang dari sana, kita sudah tahu medannya seperti apa, bismillah persiapan diperbaiki. Kapan emang berangkat lagi? Ya enggak tahu, yang penting persiapan aja dulu. 


Makanya, kemarin langsung aku umumkan di grup alumni kelas-kelasku untuk Challenge Nabung Mingguan, salah satunya bentuk ikhtiar nabung biar bisa mengunjungi Masjid ketiga, yaitu Masjid Al Aqsa. Kemarin udah liat-liat di Instagram, ternyata harga paket tournya juga segituan, 35-40 jutaan untuk tour 3 negara. 


Bismillah, yakin aja dulu, tawakkal, ikhtiar. Adapun nanti dapatnya dari tempat yang bukan tempat ikhtiar kita, itu artinya memang hidup sudah ada yang mengatur, ya kan? 


#insightUmroh

#distributorWNJ

Wednesday, January 04, 2023

Umroh pertama kali, apa aja yang perlu diperhatikan?




  1. Meninggalkan keluarga di rumah: 
    1. Karena aku meninggalkan 3 orang anak yang satunya masih usia 3 tahun, jadi butuh dukungan dari ibu mertua, 2 anak yang lebih besar, suami, mbak khadimat, tukang sayur langganan, day care.
    2. Sama sekali enggak video call dengan anak bungsu karena takutnya malah dia nangis-nangis. Jadi waktu video call sama keluarga dan anak dan suami aja. Minta dikirimin foto & video anak bungsu buat obat kangen. 
  2. Memilih travel dan fasilitas: 
    1. Memilih jadwal keberangkatan bagi wanita: aku milih jadwal dimana aku enggak datang bulanan. Alhamdulillah karena jadwal datang bulanku rutin, sehingga relatif lebih mudah untuk menghitung. Karena suamiku kerja, jadi aku mikir beliau pasti kerepotan kalau mesti antar jemput anak selama aku umroh, makanya aku milih waktu berangkat pas liburan sekolah. 
    2. Jarak hotel: cari travel yang sudah mencantumkan nama hotelnya, googling untuk jarak dan review hotel.
    3. Makanan (Indonesia atau full board internasional):
    4. Yang full board internasional biasanya lebih mahal. Kalaupun dapat yang makanan Indonesia, ga apa-apa. Tinggal bawa aja mustofa (kentang kering yang dibumbuin), atau yang lain. 
    5. Maskapai (usahakan yang enggak transit dulu). kalau transit berarti nambah jam perjalanan, badan bakal lebih capek. Pilih yang Direct Flight. 
    6. Pembimbing: kadang kita gak kenal siapa pembimbingnya, tapi usahakan tanya dulu. Ya biar tahu aja sih. Biasanya kalau pakai pembimbing ustadz yang terkenal biayanya lebih tinggi. 
    7. Kereta cepat Makkah - Madinah. Bagi yang usia lanjut, atau gampang capek, mending cari opsi kereta cepat, karena kalau naik bus, lumayan 6 jam-an. Itupun turun di rest area yang WC nya kembali ke 500 tahun lalu, hwkwk. Mungkin nambah 800ribuan kalau naik kereta cepat. Hemat waktu, hemat tenaga. 
    8. Ke Mekkah dulu atau ke Madinah dulu. Aku kemarin turun di Jeddah langsung naik bus ke Mekkah, paginya langsung umroh. Lumayan tepar di hari berikutnya tapi lebih lega karena yang wajibnya udah tunai. Suhu di Mekkah waktu aku datang juga ga terlalu beda dengan Bandung, bedanya lebih berangin. Jadi pakai jaket tipis/double mukenanya aja udah gak terlalu kedinginan. Nah, pas ke Madinah, ternyata lebih dingin. Kebayang sih kalau misal ke Madinah dulu mungkin perbedaan suhunya lumayan mencolok. 
  3. Barang yang perlu di dalam koper bagasi: 
    1. Aku berangkat pakai seragam travel, bawa 4 gamis ganti. Jadi total 5 baju. tapi yang seragam travel enggak aku pakai lagi, jadi cuma buat berangkat aja. Perhitungannya 1 gamis buat dipakai 2 hari. Alhamdulillahnya enggak pas hujan. Kalau hujan, lebih baik bawa baju 1 lagi atau beli di sana. 
    2. Khimar bawa 4 aja. 
    3. Kaos kaki 7 pasang. 
    4. Sandal jepit 2 pasang (yang 1 buat cadangan) 
    5. Perlatan mandi (shampo, sabun mandi, sabun cuci muka, pembersih kewanitaan, kondisioner rambut yang leave on (semua ukuran kecil), gunting kuku (sebenernya gak kepakai), gunting buat tahallul), dental floss, sikat gigi, pasta gigi, korek kuping), jemuran baju (hanger) bawa 2, (setrika kalau mau, karena kalau di hotel bintang 4 sudah ada setrikanya), panty liners bawa aja 20
    6. Baju dalam (atasan, bawahan, kemarin aku bawa onderrok juga, legging, ciput, hand sock buat nutup sampai ke pergelangan tangan). Bisa nambah bawa manset dalaman / tanktop biar gak terlalu dingin, baju tidur 3 pasang
    7. Buat yang berkacamata, ganti lensanya dengan yang otomatis menggelap ketika terkena cahaya terik. Karena asli silau banget kalau ga pakai kacamata hitam. Dan dengan lensa kacamata yang otomatis menggelap ini, jadi nyaman banget. Ini aku nyicil dari bulan Juli udah beli.
    8. Skincare: body butter (saking dinginnya sampai mesti pakai body butter, udah gak mempan kalau cuma body lotion), lipbalm, serum hydrating, day cream yang mengandung SPF 50, night cream buat melembabkan. Yang rutin pakainya, jangan skip. Soalnya gampang banget kering. Aku pas pulang di pesawat enggak sempat pakai krim-kriman ini, jadi pas pulang kering banget berasa mukaku, langsung aku pakai sheet masker yang vitamin E dan krim malam. Kalau perlu bawa sunscreen yang semprot supaya bisa dipakai setiap habis wudhu. 
    9. Payung lipat. Meski ga kepake, gpp jaga-jaga bawa aja. 
  4. Barang yang perlu di kabin: baju ganti sepaket (mulai dalaman sampai kaos kaki)
  5. Barang yang senantiasa harus dibawa kemanapun: 
    1. lip balm wajib banget dipakai sesering mungkin, 
    2. kaos kaki masjid yang bawahnya ada titik-titiknya buat tambahan setelah pake kaos kaki. Karena pakai kaos kaki aja dingin. 
    3. Tissue kering 
    4. Dompet isi uang
    5. Fresh care dan sejenisnya 
    6. Alas sujud (sajadah yang kotak kecil buat kepala aja), tapi kalau mau bawa yang sajadah lipat juga gak apa-apa
    7. Tas kresek 1 buat tempat sandal masjdi 
    8. Tas lipat bahan nylon 1 untuk nyimpen sepatu kalau ke masjidnya pakai sepatu 
    9. Jaket (aku bawa jaket 2 jenis. Ada yang tebal, ada yang tipis. Keduanya kepakai, alhamdulillah). Jaket tebal aku pakai juga buat di pesawat, yang tipis aku pakai pas di Mekkah. 
    10. Mukena atasan/bawahan (opsional)
    11. Buku doa 
  6. Doa agar dapat teman sekamar yang baik: penting banget, ini rezeki banget karena kita bakal saling-saling selama perjalanan. Saling bantu, meskipun berangkat sendirian, alhamdulillah Allah takdirkan aku pulang jadi punya saudara dan sahabat baru. 
  7. Foto-foto & video 
    1. Kalau ke tempat ibadah, misal ke Masjid Quba, usahakan ibadah dulu, baru foto-foto dan video. Ga ada aturan begini sih, cuma menurutku ini lebih menghormati aja. 
  8. Persiapan obat-obatan, vaksin, vitamin:
    1. Aku kemarin vaksin Meningitis dan vaksin Influenza yang 4 strain. Meningitis udah enggak wajib untuk umroh. Untuk vaksin Influenza juga enggak wajib, cuma buat jaga-jaga aja, karena aku berangkat pas dingin, takutnya kena flu. Ada yang 3 strain, ada yang 4 strain. Kemarin vaksin Meningitis di KKP Bandung, dan vaksin influenza di Kimia Farma jalan Supratman Bandung. Tapi ternyata di Kimia Farma juga ada yang sepaket langsung Meningitis & Influenza. Kurang lebih 750rb-an. 
    2. Vitamin 
      1. Kemarin dibawain ibuku banyak banget vitamin. Vitamin C, vitamin D, antioksidan, vitamin biar ga capek (neurosanbe atau neurobion dan semacamnya). Minum tiap pagi setelah sarapan. 
    3. Obat-obatan: 
      1. Antangin tablet, aku bawa 5 lembar
      2. Sanmol 
      3. Colortusin
      4. Diapet 
      5. Promag
      6. Minyak Kutus-Kutus 
      7. Obat—obatan yang biasa dipakai 
    4. Salonpas tempel, voltaren
  9. Peralatan elektronik: 
    1. Beli colokan internasional, aku pakai colokan merk ILO yang emang sehari-hari udah kepakai juga di rumah. Ada temenku yang bawa ekstension yang isi 3 lubang, kalau aku enggak bawa. 
    2. Power bank maksimal yang 20.000 kapasitasnya, bisa masuk ke kabin. 
    3. Kabel charger hp, kabel charger jam, kabel charger power bank. 
  10. Paket data:
    1. Aku pakai XL Pascabayar, jadi sebelumnya aku ke Gerai XL center, terus minta mbaknya untuk setel settingan roaming, dan diminta download aplikasi XL untuk ngecek kuota dan lain-lain. Aku beli yang 2 GB di Mekkah Madinah + 2 GB di Indonesia, seharga 185rb, berlaku 45 hari. 
  11. Tas kosong untuk kabin: aku bawa tas kosong dari travelnya, just in case buat tambahan oleh-oleh. Alhamdulillah kepakai pas pulang. Jadi aku pakai 2 tas kabin (yang 1 backpack, yang 1 tas tenteng travel) 
  12. Oleh-oleh : Karena banyak yang jual di marketplace, cari oleh-oleh yang kira-kira enggak ada di Indonesia. Kalau beli kurma, beli aja buat cemilan di sana. Kalau aku sih begini, mengikuti azas kepraktisan. 
  13. Tas: 
    1. Aku bawa tas tenteng bahan kulit 1 (dipakai pas berangkat)
    2. Tas tenteng bahan parasut yang ringan 1 (masuk ke bagasi)
    3. Backpack 1 (dimasukkan kabin pas berangkat)
    4. Tas tenteng travel 1 (masuk ke bagasi)
    5. Koper bagasi dari travel
    6. Pouch-pouch buat memisahkan baju bersih, daleman, skincare, peralatan mandi, alat-alat elektronik, tas laundry buat baju kotor, tas kresek 1 buat sandal masjid, 
    7. Koper kukasih tanda 2 pita 
    8. Gembok bagasi 1, bawa gembok cadangan 1 
    9. Nama & nomor paspor di bagian luar koper bagasi 
  14. Persiapan fisik: aku mulai jalan 3-4 miles (kurang lebih 4.8 - 6 km minimal 3 kali seminggu) inipun ternyata masih gempor. Gak kebayang kalau enggak persiapan. Gak apa-apa siap-siap aja, berangkatnya kapan, biar Allah yang menentukan.
  15. Persiapan fisik selanjutnya: pijat sebelum berangkat 😆
  16. Uang bekal SAR aku gak bawa banyak, karena di sana ada ATM juga dan money changer, dan di beberapa tempat, mereka menerima rupiah. Tapi buat jaga-jaga aja minimal bawa 100 real buat beli minum kalau haus. Ratenya 1 SAR aku dapat yang Rp 4.300,- 
Ini berdasar keberangkatanku, 25 Desember 2022 - 2 Januari 2023, dengan suhu 8-belasan derajat celcius. 

Tuesday, August 16, 2022

Susah move on? Mungkin karena ini


Pernah memperhatikan lirik lagu Adele: When we were young? Salah satu baris di lirik itu, begini bunyinya:
"You look like a movie, you sound like a song, when we were young."


Asli, ketika aku dengar lirik ini, aku kayak yang “Oh ya gitu? Masa sih?”

Sampai akhirnya, di suatu waktu di tahun 2016-an, aku penasaran dengan suatu info kelas yang kalau ga salah judulnya “Menjadi Motivator untuk Diri Sendiri”, pematerinya namanya Teddi Prasetya Yuliawan. Tentu aku penasaran, emangnya bisa ya jadi motivator buat diri sendiri? Gimana caranya? Akhirnya aku ikut kelas itu, dan di situlah dijelaskan tentang Submodality di NLP.

Jadi gini penjelasannya, menurut pemahamanku. 


Manusia punya pikiran, ya kan? Dan di pikiran ini tersimpan banyak hal yang sudah pernah kita alami, yah, kenangan gitulah. Dan kenangan-kenangan ini kita dapat dari pengalaman. Misal, sudah pernah makan durian, maka ada kenangan tentang durian. Tekstur buahnya, aroma wanginya, kelembutan daging buahnya saat lumer di mulut, pun saat-saat kapan kita makan durian. Misal pernah makan durian rame-rame bersama keluarga, maka kenangan itu muncul di pikiran kita. Berupa apa?

Nah, sama dengan yang dibilang di lagunya Adele tadi. Rekaman kenangan seperti film yang terputar kembali. Terbayang suasana saat makan durian, misal malam hari di pinggir jalan bersama orang tua, mungkin terbayang bajunya, keadaan lalu lintas yang sedikit ramai, gelak tawa, mungkin ada hawa dingin yang terasa karena saat itu malam hari? Ini dari segi visual (penglihatan), auditory (pendengaran), dan kinestetik.

Sedangkan dari rasa yang kita cicip, bisa seolah terasa manis dan lumernya durian di mulut. Mungkin juga ada durian yang rasanya hambar, yang penampakannya kayaknya manis, tapi ternyata zonk. Coba dipikirkan lagi, pada saat kita memegang buah duriannya, kemudian rasanya manis, apakah kita mengingat bentuk dan warnanya? Sedangkan pada saat yang makan yang durian rasa hambar, apakah kita mengingat bentuk dan warnanya? Di bagian lidah mana rasa manis itu terasa? Di bagian lidah mana rasa hambar itu terasa? Apakah ada aroma tertentu tercium di ujung hidung? Ini dari segi olfactory.

Pertanyaan saya, apakah duriannya ada di depan mata?

Ga ada, kan? Kecuali Anda sedang makan durian sekarang, hehehe. Itulah keajaiban kesempurnaan ciptaan Allah. Kita bisa seolah merasakan kembali suatu kejadian, hanya dengan mengingatnya. Dan seluruh panca indera kita yang tidak merasakan buah durian, bisa seolah merasakannya. Itulah yang dinamakan submodality


Jadi terbukti apa yang ditulis di liriknya lagu Adele, ya. Seseorang bisa tampak seperti film, atau terdengar seperti lagu; ketika orang tersebut menempati slot memori di pikiran kita.

“Wah, terus gimana caranya move on?”
Ternyata move on juga bisa menggunakan submodality, lho. Dengan mengutak-atik kenangan. Misalkan nih, ada kenangan yang ingin dilupakan, maka perkecil saja gambarnya, jauhkan gambarnya. Move on itu terjadi ketika gambar kenangan bersama si dia menjadi kecil dan jauh, menjadi tidak signifikan. Tapi ketika kenangan itu masih tampak jelas, berwarna, dekat, suaranya masih jelas; wah, bisa dipastikan belum bisa move on.

“Terus, cara jadi motivator buat diri sendiri, gimana?”

Salah satu caranya adalah dengan mengutak-atik gambaran yang ada di pikiran kita, suara yang ada di pikiran kita. Misal, ada hal yang enggan dikerjakan, misal menulis catatan pengetahuan; maka coba pejamkan mata, dan lihatlah di pikiran itu, apakah kegiatan tersebut tampak berwarna cerah atau hitam putih? Jika ia masih hitam putih, coba beri warna pada kegiatan itu. Jika ia masih jauh, coba dekatkan. Dekatkan seperti kenangan yang belum bisa di move-on kan tadi. Bisa? Bisa jadi ini tidak hanya satu kali jalan, ya. Bisa jadi ini beberapa kali perlu dilakukan, dan it’s okay aja.

Karena tindakan kita dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan kita, maka jika kita ingin tindakan kita berbeda; yang perlu diutak-atik adalah pikiran dan perasaan kita. Next kita insyaAllah bahas lanjutannya, ya. 



#artikel2
#submodalitypart1

Thursday, August 11, 2022

Gak mau itu atau mau ini?


Selasa kemarin saya alhamdulillah bisa ada waktu di pagi hari untuk olahraga di luar rumah. Memutuskan untuk ke Saraga (Sasana Olahraga Ganesha) mumpung udara segar dan langit cerah. Dengan outfit seadanya, karena macan ternak (emak cantik anter anak), bismillah kita go! 


Di sana, ada 2 kerumunan orang yang menohok mata saya. Pertama, adalah kerumunan bapak-bapak kayaknya se-genk, yang jalan cepat, sambil ngobrol, dan sama sekali enggak ngos-ngosan. Mereka ada di lintasan 3, 4, 5. 


Di lintasan 8 paling kanan ada sepasang suami istri yang overweight, yang sedang berjalan kaki. Saya lihat dari belakang, jalannya tidak secepat genk bapak-bapak tadi, sempat mencuri dengar tapi saya gak paham bahasanya. Eh, kok saya asumsi bahwa mereka adalah pasangan suami istri? Iya kayaknya, karena kalau melihat usia mereka, yang saya asumsikan 60 ke atas, kayaknya ga mungkin itu kakak adik. Kayaknya ya. 


“Ih, kok kamu fisik banget sih?” 


Enggak, bukan gitu. 


Gini lho. Alasan saya pergi ke Saraga adalah karena kayaknya saya kurang kena sinar matahari pagi, kurang vitamin D, dan jujurly, sudah masuk Obese tingkat 1. Menyedihkan? Iya. 


Dan 2 jenis orang tadi, saya teringat suatu teori di NLP, yang bernama Meta Model. Apa ini? 


Meta model adalah “program” yang kita gunakan dalam sistem pikiran dan tubuh untuk melakukan input dan memproses infromasi (Teddi, The Art of Enjoying Life, hal 188). 


Meta program sebenarnya adalah mencermati struktur bahasa seseorang untuk dapat memprediksi perilaku yang akan ia lakukan dalam konteks tertentu (hal 189). 


Dan salah satunya adalah Meta Model Arah. Meta model arah ini dibagi menjadi 2, yaitu Towards To (menuju) dan Away From (menjauh). 


Contohnya begini: 

Ada karyawan yang takut dipecat bosnya, makanya dia bekerja mengikuti target yang ditetapkan. 


Apakah ini termasuk Menuju atau Menjauh? 


Ya benar! Menjauh. 


Selanjutnya, 

“Aku ingin kaya, makanya aku keras mencapai target agar aku dapat promosi jabatan.”


Ini Meta Model apa? Menjauh atau Mendekat? Ya benar, Mendekat! 


Pengamatan terhadap kalimat yang diucapkan seseorang akan memudahkan kita sebagai Leader untuk mengarahkan. Jika ia adalah orang Towards To (Mendekat), maka sampaikan kalimat motivasi yang membuat dia mendekat, misalkan dia ingin kaya; nah, tanyalah berapa kekayaan yang ingin dia miliki. Lalu ajarkan cara mencapai targetnya. 


Sedangkan jika ia adalah orang yang Menjauh; maka berikanlah gambaran-gambaran kehidupan yang tidak ingin dia miliki. Misalkan: dia tidak ingin dipecat, tidak ingin jatuh dalam kubangan hutang, dan semacamnya. Sesuaikan kalimat Anda “kamu tentu tidak mau dipecat, kan?” 


Lalu apa hubungan Meta Model ini dengan acara jalan saya di Saraga? 


Saya menemukan jawaban bahwa untuk konteks ini, kesehatan; ternyata saya orang yang lebih dominan Menjauh. Saya gak pengen menua dan tidak makin sehat. Saya ingin tua dengan sehat dan kalau bisa ya kayak Tom Cruise gitu lah; makin tua usianya, tapi tetap menjaga fisiknya. Ya karena usia kan di luar kendali kita, sedangkan kesehatan adalah ada dalam kendali kita. 


Kita bahas di next artikel tentang ini ya. 


Anda mau berlatih? Dengarkan kalimat-kalimat Anda, pemilihan kata Anda; di konteks yang berbeda; mungkin kadang Anda menjadi orang yang Mendekat, tapi di konteks lain, Anda menjadi orang yang Menjauh. 


It’s okay! Tidak perlu khawatir. Anda tidak sedang berkepribadian ganda, kok. Anda memang mempunyai pandangan yang berbeda untuk konteks yang berbeda. Dan dengan belajar NLP, semakin Anda bisa mengenali diri Anda; akan semakin mudah Anda mengoptimalkan potensi dan kemampuan Anda. 


#part1 

#MetaModelDirection

Sunday, November 28, 2021

Pengalamanmu Bisa Bermanfaat di Masa yang Kamu Gak Tahu Kapan.


Ketika ada klien privatku konsul tentang SOP, aku ingat ucapan almarhum mentorku ketika kerja di klinik. Beliau bilang, "Lya, apapun yang kamu pelajari sekarang di sini, bisa jadi ilmu yang kamu gunakan di tempat lain juga."
Beliau meninggal beberapa tahun lalu, mendadak. Sedih sekali kehilangan mentor seperti beliau. Dan saat aku menerima nasihat itu, aku hanya "iya, pak." Tanpa berpikir bahwa suatu saat ilmu SOP ini akan membawaku ke banyak bertemu orang.
Salah satunya adalah buku RAMSBO yang lahir dari ilmu itu, kemudian kelas seperti JJS (Jurus Jago SOP), yang insyaAllah 8 Desember nanti masuk batch 4. Dan yang paling menyenangkan adalah bagaimana ternyata ilmu dan pengalamanku yang menurutku tidak seberapa itu bisa membantu orang lain. Secara riil. Bisnisnya membaik secara riil, pendapatannya membaik secara riil. Dan itu yang membahagiakan.
Berapa lama proses perubahannya? Biasanya 3 bulan jika rutin tiap 1 pekan berprogress insyaAllah sudah tampak perubahan.
Kalau sekarang dirimu ada di posisi bekerja, gaji biasa, gak apa-apa. Lanjutkan saja, niatkan belajar, niatkan berproses. Karena kamu gak tahu kapan ilmu dan pengalamanmu itu akan berguna bagimu dan orang lain suatu hari nanti.
Setelah kupikir lagi, itulah salah satu modal yang Allah berikan untukku. Saat itu sih gak ngerti, baru sekarang menoleh ke belakang dan paham. "Oh, ternyata ini toh kenapa aku dulu mesti belajar ini." MasyaAllah, Allah sebaik-baik pembuat skenario.
Mupeng (muka pengen) dengan kesuksesan orang lain itu boleh-boleh saja. Tapi jangan lupa kalau dirimu juga punya kesuksesan sendiri, yang bisa jadi waktunya berbeda. Dan itu baik-baik saja. Jika dirimu merasa ada rasa kurang syukur, mungkin kamu bisa kurangi scroll instagram dan perbanyak melihat ke bawah.

Tuesday, July 30, 2019

The Monk Who Sold His Ferrari

Baru beberapa halaman membaca buku ini, aku sudah merasa tercerahkan sekali. Semua teori tentang, kesempatan, mindfulness, dikemas dalam fabel tentang perubahan hidup yang dialami Julian Mantle.

Kurasa, begini mungkin baiknya mengajari via cerita. Menarik, dan seperti novel.


Monday, March 25, 2019

Resah

Ada yang resah 
Ada yang rindu 
Ada yang sedang mengingat 
Ada yang coba melupakan 
Ada yang masih berharap 
Ada yang memutuskan tak lagi tinggal 
Semua bisa dikomunikasikan 
Kau ingat bahwa kalian juga berkawan 
Lalu mengapa saat resah dan rindu datang
Kau tak menyapa dan menyampaikan? 

Monday, February 25, 2019

Lingkaran

Tidak adil jika tak menyayangi yang membersamai
Tidak adil jika pikirkan yang tak dimiliki
Tidak adil jika rindukan kenangan
Tak adil bagimu, tak adil baginya
Seringkali bertanya "untuk apa aku diuji?"
Maka akan ada jawaban "inilah sifatnya dunia"
Kita mesti saling menguatkan agar masing-masing tetap berada dalam lingkaran
Harmonis dalam akad yang melangit
Putuskan. Dan jangan lihat ke belakang
Karena godaan takkan sirna datang
Ah, manusiawi memang
Tapi bukankah manusia bisa lebih mulia dari malaikat?
Terus sibukkan diri, pikiran, dan perasaan untuk mensyukuri
Karena yang tak didapatkan, bisa jadi karena itu akan mencelakakan.

Sunday, February 17, 2019

Ketuk Rindu

Hai rindu,
Jangan kau ketuk pintu yang sudah tertutup
Ini semua masih menyakitkan
Aku harap kau hilang
Dan tak ada lagi kenangan
Cukup katakan "aku tak lagi menyayang"
Dan aku akan pergi dengan perasaan tenang...