Thursday, January 05, 2023

Persiapan Fisik dan Hikmah Sa’i




Persiapan sebelum umroh lumayan niat. Dari bulan Juli udah siapin lensa kacamata yang otomatis menggelap ketika cuaca terik. Mulai walk-walk intensif sejak bulan Oktober. Persiapan ini aku sengaja lakukan karena aku tahu di sana pasti banyak jalan, begitu cerita dari teman-teman yang sudah umroh sebelumnya. 


Sampai di Mekkah, alhamdulillah hotelnya enggak terlalu jauh, tapi lumayan jalan 5  menitan untuk sampai ke pelataran Masjidil Haram. Dari pelataran masih masuk lagi ke dalam ke tempat Ka’bah. 


Berangkat tanggal 25 Desember sore dari Indonesia, sampai di Jeddah tanggal 26 Desember, langsung naik bus ke Mekkah. Ambil miqot di bus di Jeddah sebelum bus berangkat. Dari situ, istirahat sebentar langsung jam 8 pagi mulai umroh wajib. 


Di situlah kekuatan fisik teruji. Setelah 9 jam duduk, langsung jalan. Masih jetlag, langsung thawaf, sa’i dan tahallul. 


Thawaf, di putaran tertentu lumayan berdesakan. Di dekat Maqam Ibrahim dan di dekat Hajar Aswad terutama. Aku tuh orangnya gak suka tempat yang penuh dan berdesakan, tapi untuk ini, ya Allah, rela aku rela. 


Kemudian ketika Sa’i. Karena di rumah latihannya pakai sepatu, sedangkan pas di dalam Masjid cuma pakai kaos kaki, rasanya beda. Kaget secara fisik. Apalagi kemarin pas pertama belum pakai kaos kaki masjid yang tambahan yang ada titik-titik bawahnya itu. Lumayan langsung. Kebayang kalau yang laki-laki, ga boleh beralas kaki sama sekali. 


Setelah beres, kurang lebih menjelang Dzuhur, rasanya langsung pengen rebahan. Kaki ditempel koyo, saking pegelnya. Yang biasa jalan di rumah hanya 6000-8000 langkah, ketika di Mekkah di atas 10.000 langkah. 


Intinya apa?  Intinya, kita yang penting siap-siap aja dulu, seenggaknya ada modal meski belum banyak, yang penting sudah gak kaget banget. Adapun kenyataannya ternyata jauh lebih susah dibanding latihannya, artinya sepulang dari sana, kita sudah tahu medannya seperti apa, bismillah persiapan diperbaiki. Kapan emang berangkat lagi? Ya enggak tahu, yang penting persiapan aja dulu. 


Makanya, kemarin langsung aku umumkan di grup alumni kelas-kelasku untuk Challenge Nabung Mingguan, salah satunya bentuk ikhtiar nabung biar bisa mengunjungi Masjid ketiga, yaitu Masjid Al Aqsa. Kemarin udah liat-liat di Instagram, ternyata harga paket tournya juga segituan, 35-40 jutaan untuk tour 3 negara. 


Bismillah, yakin aja dulu, tawakkal, ikhtiar. Adapun nanti dapatnya dari tempat yang bukan tempat ikhtiar kita, itu artinya memang hidup sudah ada yang mengatur, ya kan? 


#insightUmroh

#distributorWNJ

No comments: