Peter Crone, namanya. Seorang mind architect yang menyampaikan bahwa dulu ada seorang relationship coach yang berkata padanya, kalau diterjemahkan kurang lebih begini, “Kita tidak benar-benar jatuh cinta pada orang lain. Kita hanyalah mencintai versi diri kita ketika kita bersama orang lain itu.”
Perlahan aku meresapi kalimat tersebut, memikirkan, dan sembari aku membaca buku Tanpa Rencana-nya Dee Lestari, tetiba ingatanku tertuju pada sesuatu. Pada diriku.
Siapa aku ketika bersamamu? Siapa aku ketika bersama mereka? Bagaimana aku bisa bersikap? Bagaimana aku berpikir? Bagaimana aku menjelma? Mengapa aku berhenti dari pekerjaan yang itu? Mengapa aku memilih nyaman dengan aku versi yang ini?
Ternyata jawabannya ada di kalimat di atas.
Aku mencintai versi diriku yang ada di standarku, dan aku kadang tidak mencintai bagaimana diriku menjelma ketika tidak bersama orang yang tepat.
Peter Crone, namanya. Mengajak untuk berpikir ulang, me-reframe kejadian, mengajak melihat fakta, seperti coaching di tempat.
Cinta, sudah kita miliki, dan kita mencintai diri kita, yang diperlukan adalah bersama dengan orang yang mampu membersamai dan membuat diri kita menjelma menjadi versi yang kita cintai.
Cinta bukan diletakkan pada orang lain. Bukan lagi sekedar “I love you”, yang ketika “you” nya pergi, maka hidup seolah tak berarti. Karena “I love you” artinya “I love me when I am with you.”
Dengan pemaknaan baru ini, semoga kita bisa lebih tabah menghadapi kehilangan, perpisahan sementara di dunia.
No comments:
Post a Comment