Kita punya banyak kesamaan. Aku bisa melihat dirimu di diriku. Walau tak banyak, tapi kurasa kemiripan inilah yang membuatku sangat susah melupakanmu. Kau, seperti cerminku. Kau seperti aku versi laki-laki. Setiap kali aku mengalami sesuatu peristiwa baru, aku tahu kau akan mendengarkannya dengan sungguh-sungguh saat ku bercerita. Aku tahu kau akan meresponnya dengan baik. Kau tahu apa yang kuharapkan. Kau berikan apa yang kuharapkan.
Lalu, kita akan berbincang tak ada hentinya. Tentang banyak hal. Kita akan saling belajar. Saling meniru.
Betapa lelahnya aku merinduimu. Betapa lelahnya aku menerima kenyataan ini. Semestinya kita tak perlu pernah bertemu saja. Aku lelah menahan keinginan untuk bercakap denganmu. Aku ingin hilang saja rasa ini. Hilang tak berbekas. Menganggapmu kembali menjadi orang lain. Dan tak ada persamaan di antara kita.
Ola meletakkan penanya. Dua butir air mata membasahi pipinya, tak deras seperti biasanya. Gerimis di luar mewarnai hatinya makin kelabu.
Bagaimana cara melupakanmu, Lang? Ajari aku.
No comments:
Post a Comment