Elang selalu punya cara konyol untuk mengungkapkan perasaannya. Seperti yang saat ini dilakukannya. Menyalakan lagu lalu lipsync ala-ala penyanyinya di hadapan Ola...
Jangan berkata tidak
Bila kau jatuh cinta
Terus terang sajalah buat apa berdusta
Cinta itu anugerah
Maka berbahagialah
Sebab kita sengsara bila tak punya punya cinta...
"Jaduuuul," Ola tertawa terbahak-bahak melihat aksi Elang dengan kacamata hitam ala aviator, gitar diselempang ala Rhoma Irama, rambut diacak-acak inginnya seperti Ahmad Albar; tapi sayang rambut Elang tak kribo.
"Kau tahu itu lagu siapa?"
"Tahu, Doel Sumbang kan?"
"Hahaha, berarti kau jadul juga,"
"Aku tuh berwawasan musik, bukan jadul,"
"Ya ya ya, terserah kau sajalah. Aku lanjutkan ya?" muka Elang memelas ingin meneruskan penampilannya.
Rintangan pasti datang menghadang
Cobaan pasti datang menghujam
Namun yakinlah bahwa cinta itu kan membuatmu
Mengerti akan arti kehidupan
Marilah sayang, mari sirami
Cinta yang tumbuh di dalam diri
Marilah sayang, mari sirami
Agar merekah sepanjang hari
"Gombaaaal," Ola sedikit berteriak masih berusaha menahan tawa tapi tak bisa. Terpingkal-pingkal dia dibuatnya.
"Sudah sudah, jangan teruskan lagunya," ucap Ola sambil menutup telinga kirinya sambil tangan kanannya dengan cekatan menekan tombol PAUSE di laptop Elang di meja depannya. Ola hafal lagu ini, setelahnya Doel Sumbang akan bernada teriak dengan sumbang.
"Hahaha," Elang tertawa bahagia sambil menyibakkan rambut acak-acakan miliknya.
"Kenapa, La? Tak tahan melihat pesonaku ya?" Elang mengerlingkan mata.
"Dasar genit. Perayu, gombal."
"Tapi kau suka, kan?" ucapnya perlahan sambil mendekat ke Ola.
"Hoeeeeek, ge-er yaaa," Ola tertawa terbahak-bahak melihat Elang yang sok romantis di hadapannya.
No comments:
Post a Comment