Salah satu yang bikin sadar dari semua
materi yang dapat didownload secara gratis di channel telegram beliau @rahasiamagnetrezeki
adalah Ilmu Jeruk Nipis.
Kebanyakan dari kita (saya sih biasanya), sudah merasa ketakutan dengan hal yang belum pasti terjadi. Contoh:
1. Takut jatuh pas mau turun genteng dari genteng SMA 3 Malang. Sampai nangis-nangis. Padahal ketika turun, ya gitu aja. Biasa aja. Dan talinya ga putus di tengah jalan kayak film-film semacam Final Destination.
2. Takut kelempar pas naik semacam
rollercoaster. Pas wahananya di Grote Markt Haarlem, malem-malem, dan kayaknya
suara teriakku paling kenceng dan kedengeran sampai ujung deh. Thanks Miki yang
udah nemenin. Itu pertama dan semoga bukan terakhir kali aku naik wahana
begitu.
3. Takut tenggelam pas belajar renang. Dan
sampai sekarang masih aja takut belajar renang, karena takut di tengah-tengah
kolam renang tiba-tiba kehabisan nafas dan mati.
Sounds familiar, kan? Kita punya rasa takut
yang ga riil. Tapi otak dan tubuh kita merasa dan beraksi seakan hal tersebut
sudah/sedang terjadi. Scary dan Ajaib.
Nah, itulah sari dari ilmu Jeruk Nipis, tubuh kita bereaksi terhadap apa yang dipikirkan oleh otak kita. Dan ada sebuah penelitian ilmiah dimana atlet Olimpiade dari salah satu negara adidaya disiapkan oleh timnya dengan membuat atlet tersebut membayangkan bahwa dia sedang berlomba, dan di dalam pikirannya tersebut, dia sudah menang. Ajaibnya, seluruh syaraf dan otot-otot atlet tersebut bereaksi seperti sedang melakukan perlombaan sesungguhnya. Hal ini dilakukan dengan harapan supaya atlet tersebut akan lebih siap mental dan fisik ketika menghadapi lomba sesungguhnya, dan bisa menang tentunya.
Jadi, hal ini bukan isapan jempol belaka. Sudah scientifically proven.
Bad things, pikiran buruk lebih mudah kita tangkap dibanding pikiran positif, ya kan? Coba ingat-ingat, kita pasti lebih ingat kejadian buruk dibanding kejadian indah. Dan ini kita ga bisa perangi. Itu tuh udah kayak otomatis. Jadi, caranya emang ga diperangi, tapi diubah menjadi sesuatu yang lebih positif.
Kenapa? Karena nanti yang kita pikirkan itu akan kembali kepada kita, seperti percobaan atlet tadi. Jadinya kalau kita mikir negatif, syaraf dan otot akan bereaksi seakan-akan hal tersebut terjadi, dan kita jadi lebih stress, dan hormon ga stabil, dan muka jadi terlihat lebih tua. Ingin kelihatan lebih tua daripada umur sebenarnya? Enggak kan :D.
Nah, contohnya adalah:
Ketika ada macet di jalan, kita ga bilang "ih, macet", sambil bersungut-sungut.
Kita mesti ganti dengan kata yang lebih positif, contohnya "wah, penuh"
Nah, ini masuk ke ilmu beda lagi, namanya Law of Projection.
Gampang, kan?
Ga ada yang susah kalau mau dipelajari dan dipraktekkan, lalu dievaluasi, dan disempurnakan :).
Manusia bisa berubah, kalau bisa berubah, berubahlah jadi yang lebih baik dari kemarin. Karena hari ini adalah hasil dari kemarin. Dan esok adalah hasil kita hari ini. :D
Masih bingung?
Nah, itulah sari dari ilmu Jeruk Nipis, tubuh kita bereaksi terhadap apa yang dipikirkan oleh otak kita. Dan ada sebuah penelitian ilmiah dimana atlet Olimpiade dari salah satu negara adidaya disiapkan oleh timnya dengan membuat atlet tersebut membayangkan bahwa dia sedang berlomba, dan di dalam pikirannya tersebut, dia sudah menang. Ajaibnya, seluruh syaraf dan otot-otot atlet tersebut bereaksi seperti sedang melakukan perlombaan sesungguhnya. Hal ini dilakukan dengan harapan supaya atlet tersebut akan lebih siap mental dan fisik ketika menghadapi lomba sesungguhnya, dan bisa menang tentunya.
Jadi, hal ini bukan isapan jempol belaka. Sudah scientifically proven.
Bad things, pikiran buruk lebih mudah kita tangkap dibanding pikiran positif, ya kan? Coba ingat-ingat, kita pasti lebih ingat kejadian buruk dibanding kejadian indah. Dan ini kita ga bisa perangi. Itu tuh udah kayak otomatis. Jadi, caranya emang ga diperangi, tapi diubah menjadi sesuatu yang lebih positif.
Kenapa? Karena nanti yang kita pikirkan itu akan kembali kepada kita, seperti percobaan atlet tadi. Jadinya kalau kita mikir negatif, syaraf dan otot akan bereaksi seakan-akan hal tersebut terjadi, dan kita jadi lebih stress, dan hormon ga stabil, dan muka jadi terlihat lebih tua. Ingin kelihatan lebih tua daripada umur sebenarnya? Enggak kan :D.
Nah, contohnya adalah:
Ketika ada macet di jalan, kita ga bilang "ih, macet", sambil bersungut-sungut.
Kita mesti ganti dengan kata yang lebih positif, contohnya "wah, penuh"
Nah, ini masuk ke ilmu beda lagi, namanya Law of Projection.
Gampang, kan?
Ga ada yang susah kalau mau dipelajari dan dipraktekkan, lalu dievaluasi, dan disempurnakan :).
Manusia bisa berubah, kalau bisa berubah, berubahlah jadi yang lebih baik dari kemarin. Karena hari ini adalah hasil dari kemarin. Dan esok adalah hasil kita hari ini. :D
Masih bingung?
Udah dengerin aja audionya, buanyak banget di channel telegram beliau.
@rahasiamagnetrezeki
Yo wes, sudah cukup aku berbagi, sisanya dengerin sendiri ^_^.
Salam.
No comments:
Post a Comment