Laman

Sunday, August 28, 2016

Perjalanan Berat Badan, Self Esteem, dan Solusi Langsing (Finally! Thanks God)

Pasti, buat kaum Hawa, berat badan ini sesuatu yang rahasia yang susah terungkap. Kalau badan tidak sekecil para model yang ada di halaman majalah remaja, pasti berasa gemuk. Saya tahu dari mana? Ya jelas lah saya tahu. Wong saya juga seperti itu. Hehe.

I always felt fat. Bahkan di saat (ternyata) saya tidak gendut, saya merasa gendut. Alasannya? Ya itu tadi di atas salah satunya. Atau salah duanya, karena saya tidak bisa terlihat setipis model-model yang tinggi, langsing. Saya merasa pendek dan gendut. Man, ternyata saya ada masalah di self-esteem!

Udah pernah tahu apa itu self esteem? Menurut kamus Cambridge Dictionary, artinya adalah:
belief and confidence in your own ability and value
dan salah satu masalah yang berkaitan erat dengan self-esteem adalah karena mempunyai issue (masalah) dengan tubuh. Jadi salah siapa? Salah majalah karena mereka memakai model yang cantik dan langsing tinggi? Atau salah televisi karena selalu memilih artis yang berbadan aduhai dan berwajah cantik? Atau ternyata salah diri sendiri karena belum menemukan value  yang bisa dibanggakan?

Bagi saya, nomer 3 jawabannya. Salah saya sendiri karena belum menemukan apa yang bisa saya banggakan dari diri saya sendiri, makanya saya jadi minder karena berat badan. Jadi selain saya mencari apa yang bisa saya banggakan dari diri saya, saya coba berprestasi. Sekaligus saya mencari segala cara untuk menjadi turun berat badan.

Saya banyak aktivitas, walau saya makan 5 kali sehari, saya tidak gendut. BMI saya normal dan baik-baik saja. Sampai akhirnya, saya melanglang buana ke salah satu negara di Eropa. Wuih, itu udah kayak orang ga pernah makan. Dengan postur yang kurang dari 160cm, saya makan dengan porsi besar ples makanan-makanan berlemak. Bayangkan aja, sarapan pake Nutella, makan siang pakai sandwich yang panjangnya 30cm (dan habis, ok saya mengaku. haha). Selama 1 tahun saya hidup dengan pola makan yang suka-suka (asal halal, makan). Dan apa yang terjadi?

Eng ing eng. Saya guwendut (ini bahasa Malang, yang maksudnya gendut banget sekali). Dan ketika saya pulang kembali ke Indonesia, masuk SMA kelas 3. Ya ampun, saya sampai dipanggil dengan sebutan "Lala" yang ada di Teletubbies itu lho! Parah yaa. Saking gendutnya. Itu baru fase 1 kegendutan saya. Terus bagaimana bisa langsing lagi? Ya dengan banyak aktivitas, dan sama sekali tidak makan makanan berlemak itu semua (bye bye Nutella, bye bye sandwich, bye bye Snickers, Twix, Bounty, Ferrero).

Saya belajar dari fase 1 kegendutan itu, bahwa semua lemak bisa hilang dengan perubahan pola makan dan penambahan aktivitas fisik. OK, noted.

Lalu setelah beres fase 1, saya kira semuanya sudah berakhir. Tapi sayang sekali, dugaan saya salah! Ternyata masih ada fase 2. Yaitu saat saya kuliah di salah satu negara Eropa. Duh, itu cerita yang sama terulang kembali. Kerjaan makan aja, tapi kali ini yang boleh disalahkan ialah kebab, poffertjes, chickling korf, segala macem chips dan keripik. Entah beratnya berapa, mungkin sekitar 80kg an. Bayangkan gendutnya. Ga nyaman, berat, males bergerak, dan ga pede. Sampai akhirnya saya dikenalkan ke salah satu olahraga oleh kakak kelas senior saya. Olahraga itu namanya Pilates.

Saya ingat harganya waktu itu sekitar 50 Euro, sekitar 600ribu rupiah untuk 3 VCD Winsor Pilates.
Maka mulailah saya belajar Winsor Pilates dari awal. Dan ketika saya melakukan Winsor Pilates 5 kali dalam seminggu, mengubah pola makan (sarapan 3 pisang, sama sekali tidak makan chips), dan alhamdulillah, dalam 3 bulan saya kembali langsing. As simple as that.

Lalu, tibalah fase 3, ya sekarang ini. Tiap fase gendut ini tantangannya beda-beda lho. Nah, di fase ini, di usia 30 tahunan, dengan keadaan begini apa adanya, ternyata susah juga konsisten untuk melakukan pilates 5 kali seminggu. Paling banter 4 kali, dan paling dikit bisa sama sekali ga pilates selama 1 bulan (bahkan lebih, hiks).

Sindiran dari orang-orang terdekat bikin saya lelah. Saya ingin kembali memakai baju-baju yang ukuran kecil. Kasihan lho baju-baju saya itu, nganggur menunggu dengan setia untuk saya pakai lagi. Tapi gimana caranya? Diet? Bukan pilihan. Bisa pingsan saya (lebay), walau belum saya coba, ide untuk diet bukanlah ide yang menarik untuk saya lakukan.

Saya tetap pilates, walau tidak rutin 5 kali seminggus, tapi saya tetap lakukan, karena memang pilates membantu saya supaya badan tidak kaku. Sayang sekali, mungkin karena aktivitas fisik saya masih kurang (dan asupan makanan yang terlalu banyak), maka belum tampak tanda-tanda penurunan berat badan. Saya juga penasaran dengan planking, ternyata, postur tubuh saya tidak cocok untuk planking. Otot pinggang saya tegang, dan susah digerakkan, yang jadinya mengganggu aktivitas saya. Untuk ruku' pada waktu sholat saja susah. Alhamdulillah ada bola pilates yang diameter 75cm yang saya pakai untuk stretching.

Saya di dalam tahap desperate. Di usia segini, ternyata metabolisme tidak bisa bohong. Harus super ekstra untuk olahraga dan memang harus jaga makan (termasuk diet). Di masa pencarian saya tentang solusi langsing, saya mendapat informasi tentang sebuah produk  yang harganya masuk akal, alami dan tanpa efek samping yang berbahaya.

Baiklah, akhirnya saya coba produk tersebut, namanya LSE Herba. Waktu itu setelah habis 2 botol, saya bisa turun sekitar 6kg an dengan pipi yang lebih tirus. Yeay! Di saat saya masih menyusui, alhamdulillah tidak ada efek buruk ke ASI yang saya hasilkan. Saya sangat gembira. Dan sepertinya terlena, karena saat liburan lebaran kemarin, wah, itu berat badan langsung meningkat secara perlahan tapi pasti. Hahaha.

Saya teringat kembali dengan produk tersebut. Dan sekarang saya sedang mengkonsumsi LSE Herba lagi, mengingat saya sudah menginjak berat yang di angka 7. Dan suamipun juga penasaran mau mencoba.

Alhamdulillah, terima kasih kepada LSE Herba yang telah menjadi solusi langsing bagi orang-orang seperti saya. Saya yakin pada produk ini, karena ternyata bukan saya saja yang membuktikan. Sudah ratusan, ribuan orang yang membuktikan khasiatnya. Alhamdulillah.

Mungkin nanti setelah saya langsing lagi (entah 2 botol, entah 1 botol, entah 3 botol nantinya), saya harus tetap jaga makan, tetap jaga pilates dan jaga makanan is a must :).

Oh ya, kalau mau info lebih lanjut tentang LSE Herba pelangsing ini ada beberapa yang bisa dikontak:
pin BBM: 5AA6A8C8
Telegram: @Lya_Pelangsingalami
FP: Langsing Mudah Alami

Semoga Anda yang mengalami perjalanan berat badan seperti saya, bisa akhirnya menemukan produk yang membantu, dengan harga yang terjangkau dan tidak bikin kantong bolong, dan tentunya aman!






















Post a Comment