Laman

Monday, January 27, 2014

Sehat Sehat Sehat, 30 Tahun, dan Thibun Nabawi

Alhamdulillah, tanggal 17 Januari lalu sudah genap berusia 30 tahun. Terima kasih Allah SWT atas segala kebaikan, kemurahan, kasih sayang, dan petunjuk yang selalu diberikan, sehingga seorang Herlyanti bisa menapaki hidup yang semakin lama semakin baik. Aamiin. Terima kasih kepada teman-teman semua, saudara, keluarga tentunya, yang selalu mensuport apapun yang kuputuskan dalam hidup. Hidup adalah pilihan, dan kita hidup karena pilihan-pilihan kita. Free will, katanya :).

Telat banget nulisnya untuk ulang tahun ya, karena butuh beberapa kontemplasi tentang apa yang harus ditulis. Hahaha. Saking banyaknya bahan tulisan, atau saking narsisnya, hahaha. Satu diantara itulah pokoknya :D.

Tahun ini, diberi kado spesial oleh Allah SWT sebagai tanda pengingat kesyukuran dan kesabaran. Yaitu sakit. Sakit apa? Sakit yang ga jelas, tiba-tiba ambruk, tepatnya pada tanggal 19 Januari, siang-siang pas keluarga mau balik pulang ke Sentul, langsung saja kepala sakit dan badan mengigil kedinginan. MasyaAllah, kenapa, pikirku. Sesiangan kedinginan saja, badan lemas, mual, tanpa diketahui penyebabnya. Sampai malamnya tetap saja masih seperti itu. Sudah agak mendingan setelah dibekam, keluar angin dan muntah-muntah sampai 2 kali. Alhamdulillah virusnya keluar, pikirku.

Esok malamnya, tanggal 20 Januari, langsung kami ke Medika Antapani, alhamdulillah ada dokter umum praktek perempuan yang mau menolong, setelah diperiksa, penyebabnya adalah infeksi virus karena daya tahan tubuh turun. Walah-walah, langsung dikasih 3 jenis obat:
1. untuk mual
2. untuk panas, demam, pusing
3. vitamin untuk daya tahan tubuh.
Setelah dari Medika, langsung kami mampir beli gule Pak Gino, mudah-mudahan nafsu makan bisa dirangsang dengan aroma gule sapi ini, kuharap. Alhamdulillah ternyata sampai rumah, setelah minum obat mual, langsung bisa makan nasi + gule sapi ini. Subhanallah, panas juga berangsur turun, dan badan tidak terlalu menggigil seperti sebelumnya.

Esok harinya, alhamdulillah sudah bisa beraktivitas sedikit walau belum normal seperti biasa, tapi much much better dibanding sebelum2nya. Obat untuk 3 hari, katanya kalau Rabu belum mendingan, harus balik ke Medika untuk diperiksa lab. O'o, paling males deh periksa-periksa lab gitu, seremmmmm. Setelah ditunggu-tunggu, Selasa, Rabu, Kamis. Wah ternyata Kamis pagi masih agak mual, ketakutanlah aku kalau harus ke lab. Setelah antar Ali dan Umar, langsung aku+suami ke Rumah Sehat Iqra (sekarang namanya ganti jadi Iqra Sehat) di Metro Trade Center Margahayu. Disana alhamdulillah dapat antrian nomer 6, tidak terlalu lama menunggu, alhamdulillah.

Ketika didiagnosa, ternyata ada stagnasi di liver, sehingga pembuatan darah tidak bisa maksimal. Itu artinya, mesti dilintah di lidah titik liver. Tubuhku juga terlalu dingin, sehingga harus direbus kaki dengan rempah-rempah dalam suhu 40-45derajat Celcius. Terus juga ditambah sengat lebah 2 titik untuk menghilangkan mual, dan membetulkan pencernaan. Plus dikasih contoh menyetrika diri sendiri kalau cuaca dingin, dan badan kedinginan.

Dalam ilmu thibun nabawi (pengobatan ala Nabi), imunitas tubuh ditandai dengan suhu tubuh yang normal (hangat), badan tidak dingin. Karena virus akan menempel dan hidup pada tempat yang dingin (termasuk jika tubuh kita dingin). Oleh karena itu, harus perbanyak bergerak.

Akhirnya, direbuslah kakiku. Waktu kutanya sampai kapan, dijawabnya "sampai berkeringat". Wah, bakal lama pasti, haha. Secara aku benar-benar kedinginan waktu itu. Tapi ya sudahlah, namanya juga ikhtiar, sudah terbayang di benakku, kalau periksa lab. Haduh, emoh ya Allah... emoh. Nah, datanglah teteh terapis menyiapkan lintah untukku. Si lintah didekat-dekatkan di lidah, tapi dia ga bisa nyedot darahnya, karena saking pucatnya lidahku. Akhirnya, ditusuklah pakai jarum bekam 2 kali, baru keluar darahnya sedikit, lalu si lintah mau menempel (terima kasih lintah baik). Lalu si lebah pun disiapkan untuk disengatkan, satu di titik mual (di ulu hati), dan satunya di pusar (untuk perbaikan pencernaan). Sudah dijelaskan juga, bakal panas dingin meriang setelah disengat lebah, tapi ya sudahlah, ga apa-apa, demi sehat :D.

Alhamdulillah, lebah mau disengatkan dan langsung menunggu saja keringat dan lintah yang menggantung, subhanallah, terima kasih lebah dan lintah, sudah mau berkorban diri untuk menyehatkanku. Ohya, meriangnya benar-benar terjadi dari jam 18.30 - 22.30 malam :D. Kuncinya ketika menggigil gitu, ga perlu dikasih obat, cuman minum air madu yang banyak plus pegang botol yang dikasih air anget, plus selimut-selimut dan kaos kaki tentunya :). Sengatan lebah sedang bekerja ^_^.

Alhamdulillah, setelah proses-proses tersebut dilalui, lidahku kembali berwarna pink cerah, aku tidak mual, dan subhanallah, pencernaan jadi lancar. Jumat kemarin langsung bisa hadir pengajian mingguan dan berbagi cerita dengan teman-teman tentang metode thibun nabawi yang kujalani.

Oh ya, si lintah yang awalnya segede cacing kurus, jadi segede sosis, masyaAllah itu penyumbatan di liverku ternyata segitu banyaknya, tak terbayangkan kalau harus di lab, haduh-haduh, masyaAllah...

Jadi, kuambil sarinya dari semua itu, intinya hidup mesti sehat:
1. Makan bergizi dan teratur
2. Olahraga supaya badan hangat, aliran darah lancar
3. Istirahat cukup
4. Doa , ikhtiar, doa

Alhamdulillah. terima kasih atas pelajaran berharga ini Ya Allah :). Bagi yang sedang sakit, semoga disembuhkan, dan semoga disabarkan, karena kesabaran itu semoga bisa menghapus dosa-dosa kita selama ini. Aamiin..
Post a Comment