Laman

Monday, April 03, 2006

Ketika engkau merasa sendiri, jatuh dan tak berdaya

Assalamu'alaikumwRwB,

Sudah lama saya tidak menulis, baik untuk kepentingan sekolah maupun kepentingan pribadi. Sepertinya hobi saya yang satu ini sedikit terlupakan. Sampai akhirnya penuh sesak kata-kata di otak saya mencoba memberontak untuk keluar dan meluap.

Saya sedang dalam proses tahun terakhir dalam kuliah saya. Suatu hal yang wajar jika banyak yang menginginkan dan mendoakan saya untuk lulus tahun ini, begitu juga saya sendiri. Tapi tampaknya saya belum menemukan niat yang tepat dan motivasi yang kuat untuk bisa melawan rasa malas, musuh terbesar tiap manusia.

Terbangun saya dalam keadaan tak berdaya, melihat kiri kanan masih benda-benda yang sama, saya masih di Belanda. Masih berada di tempat tidur yang sama, bersandingkan boneka yang sama. Masih ada Dita yang tidur di sebelah. Masih sama. Apakah saya bisa lulus tahun ini?
Saya kehilangan motivasi dan niat. Tidak ada keinginan yang kuat dari diri saya untuk menuliskan bait demi bait pada tugas akhir saya ini.

Mungkin ini cobaannya. Cobaan anak kuliah tahun terakhir. Saya tidak merasa sendiri, karena kebanyakan dari teman-teman saya pernah atau sedang mengalami hal yang sama, dengan proporsi yang berbeda-beda tentunya. Namun saya merasa jatuh, dan saya merasa tak berdaya. Semua berputar tentang saya, saya dan saya. Apakah itu yang membuat semuanya tampak lebih susah untuk dijalani? Apakah subject "saya" harus diminimalisir?

Seperti yang pernah saya baca di sebuah majalah remaja, ketika kita menghadapi masalah, seharusnya kita lebih fokus pada hal-hal selain "saya". Justru pada saat kita jatuh itulah, kita harus lebih memfokuskan energi kita untuk hal-hal yang bisa kita kontrol, bukan pada hal-hal yang tidak bisa kita kontrol. Kontrol disini maksudnya adalah hal-hal yang membuat kita lebih bermanfaat. Bukannya tidak boleh jika ingin berdiam diri di kamar dan merenung. Tapi renungan toh tidak membutuhkan semua energi yang ada. 1300 kalori tiap hari tidak boleh disia-siakan begitu saja dengan berpikir. Masih ada kamar mandi yang menunggu untuk dibersihkan. Masih ada kamar yang menunggu untuk divacuum. Masih ada cucian yang menunggu untuk dicuci, dikeringkan dan diseterika. Masih banyak.

Sudah saatnya saya mengambil kesimpulan untuk diri saya sendiri. Saya tidak mau terlena. Ingatlah yang 5 sebelum datang yang 5. Yang salah satunya adalah: Gunakan waktu lapangmu, sebelum datang waktu sibukmu.

WassalamwRwB.
Post a Comment