Laman

Tuesday, February 14, 2006

One way or another, I am gonna get you...

One way or another, apa coba artinya?
Artinya, apapun dan gimanapun caranya, pasti kudapet.
Nah, kali ini saya enggak akan ngomongin soal cowok, jadi jangan salah sangka dulu. Karena bukan hanya cowok yang menjadi tujuan hidup. Betul tidak? *alesannya amat simple, it's because I have found him, otherwise, I'll search for him for the rest of my life. LOL*.

Anyway, tadi barusan aja saya melanglang buana di dunia maya, melihat-lihat perkembangan yang ada disana. Bukan membandingkan dengan kemampuan saya, namun hanya sekedar rutinitas untuk mengukur kemampuan diri. Apakah saya sudah berkembang dibandingkan saya beberapa waktu lalu. Suatu hal yang wajib untuk dilakukan, agar diri tidak terjebak kesombongan. Lanjutnya, saya melihat suatu fenomena yang memenangkan suatu award special di Indonesia. Saya melihat www.orisinal.com, tidak bosan-bosannya. Namun kali ini, kunjungan saya tidak hanya ke website itu sendiri, namun saya juga mengintip saudara Google untuk mengecek keberadaan saudara Ferry Halim di dunia maya ini.

Saya tercengang *sebenarnya saya tau saya pasti akan tercengang*, membaca dan menelusuri satu per satu komen yang diberikan orang-orang yang ada di negara antah berantah mengenai website ini.

Amazing. Nice and clean. Creative. Original. Is he Indonesian? bla bla bla....

Saya tutup windows-windows yang menghubungkan saya dengan dunia Ferry Halim setelah saya mengirimkan rangkaian bunga untuk sahabat saya. Saya mainkan satu kali BUGS, dan saya menilik ke diri saya. Berpikir.

Seiring saya beranjak dari tempat duduk saya dan menuju tempat penyelesaian masalah kemanusiaan, saya berpikir. Saya berpikir, apa kemampuan saya yang bisa saya banggakan dan yang bisa saya KEMBANGKAN, untuk menuju hidup yang saya idamkan?

Saya bukan penulis seperti Bayu Gawtama, saya bukan seorang flash and game expert seperti Ferry Halim, saya bukan penyanyi seperti Harvey, bukan juga seorang idol seperti Delon. Bukan seorang artis seperti Rachel Maryam, dan bukan seorang sutradara seperti Joko Anwar. Masih berpikir.

Saya kembali ke diri saya, melihat saya sendiri, mengingat pesan dari supervisor saya:
You dont have to be the sharpest pencil in the box.

Kamu ga perlu jadi orang terpandai di kelas, tapi kamu emang harus belajar keras untuk mengikuti yang terbaru. Intinya, jangan pernah malas untuk belajar. Karena dalam proses belajar itulah maka kemampuan baru akan terkuak dan terbangun.

Saya bukan ingin jadi orang yang terkenal, karena mungkin susah dikelilingi gosip. Saya juga enggak pengen jadi orang yang kuper, karena saya mau punya banyak teman. Saya hanya ingin mempunyai nilai plus yang bisa saya kembangkan. Yang bisa saya gali dari dalam diri saya, dan bisa saya gunakan untuk menjadi yang terbaik.

One way or another.. I am gonna get you ....
Post a Comment