Laman

Friday, July 16, 2004

kepergian

Mungkin emang ini tidak ada tanda dan huruf besar yang baik dan benar, mungkin akan tidak nyaman bagi sebagian orang yang baca ini. tapi saya terus menulis, seperti saya membiarkan dan menerima peristiwa adanya gaya gravitasi yang ada di bumi.

Kepergian, apapun dan siapapun itu, pasti meninggalkan jejak di hati atau diri kita. Ah, sedih sekali saat teman2 yang saya sayangi meninggalkan saya dan saya harus meninggalkan mereka.

Kepergian bagi sebagian orang adalah permulaan untuk memulai hubungan baru dengan orang baru. kepergian bagi sebagian orang merupakan AKHIR dari segalanya. Sakit hati dan memori telah melukai dengan kepergian.

Kenyataan yang tidak siap untuk dihadapi telah mengakibatkan seseorang menjadi tidak bisa melepaskan seseorang atau sesuatu itu. Kepergian dianggap terlalu menyakitkan. dan itu memang menyakitkan, menurut saya.

saya hanya merasakan betapa pengecutnya saya ketika saya tidak bisa menghadapi kepergian sahabat saya, walau hanya untuk satu tahun. saya juga merasa pengecut ketika saya tidak bisa membiarkan diri saya pergi dan meninggalkan orang2 yang saya sayangi.

tapi bukankah mereka telah menyisakan dan memberikan beberapa jejaknya dalam diri saya? tapi saya tidak bisa jika saya harus tidak bisa menemui mereka di saat saya inginkan untuk bertemu. Sebuah keegoisan?

Mungkin. Tapi bukankah egois adalah sifat asli manusia? Dan itu adalah hal yang sangat wajar, karena kadang manusia butuh waktu untuk bersedih, untuk marah dan untuk merasa tidak sendirian. Untuk berubah dan menjadi seseorang yang lain dengan adanya kepergian orang lain.

Mungkin kerinduan akan selalu menghantui, tapi kepergian harus tetep terjadi. like it or not. pokoknya harus menerima apa adanya.

titik habis.
Post a Comment