Laman

Wednesday, April 21, 2004

Hari Kartini lho.. 21 April 2004 sekarang...

Sekarang hari Kartini. Saat lahirnya ibu Kartini. Hari ini juga hari lahirnya Kartini2 lain. Semoga ALLAH yang Maha Kuasa memberikan rahmatNYA kepada teman2ku. amiin..

Mungkin jadi perempuan bukan hal yang mudah, toh aku juga ga pernah minta untuk jadi seorang perempuan. Dulu bahkan waktu aku kecil, aku selalu pengen jadi laki2. Karena menurutku, laki2 itu enak. Bisa keluar malem, bisa malem mingguan, bisa pake baju seenaknya tanpa harus mandi, bisa selengekan, bisa berantem, bisa jaga diri dan keluarga..wah, pokoknya bagiku jadi laki2 itu enak. Enggak adil rasanya dulu kenapa aku jadi perempuan. Padahal aku kan pengen jadi laki2, selalu begitu cara pikirku.

Sampai aku bergaya bak laki2, walaupun saat itu rambutku panjang, aku tetep aja cuek dan enggak peduli. Bedak hanya nempel ketika aku harus pergi ke mantenan orang lain, kalo enggak mah.. males..toh nantinya juga berkeringat lagi.. Percuma dong !

Melihat ibuku yang super feminim, aku jadi merasa rikuh untuk menjadi perempuan. Mau berangkat kerja aja, lama banget. Entah itu yang krim ini lah, krim itulah, mesti pake lulur, creambath, facial, manicure, pedicure, belum lagi lotion yang enggak pernah absen demi kelembutan kulit, belum lagi milih baju.. wah, pokoknya susah deh jadi perempuan.. RIBET.

Entah waktu itu aku umur berapa gitu, yang pasti aku udah punya ingatan yang baik untuk mengingat orang2 yang ada di hidupku, nah waktu itulah semua agak berubah. Oomku punya sahabat perempuan, tapi namanya ACONG (bukan nama sesungguhnya, red)..huehe.. aneh kan? jadi aku manggilnya Tante Acong. Nah, si tante ini rupanya punya gelagat yang sama denganku, yaitu tidak mensyukuri kodratnya sebagai perempuan. Bedanya, si tante ini mah emang udah bener2 bukan perempuan lagi! Orang jaman sekarang bilang kalo itu namanya LESBIAN. Ya, dari gaya bicara, gaya berpakaian, temen main.. ya pokoknya semua adalah laki2. Tante ini orangnya baiikk banget, dia bukan tipe tante2 manja yang sukanya ngasih aku coklat gara2 pengen deket ama oomku. Dia emang tipe teman sejati. Tipe pecinta anak2, untungnya. Jadi aku aman2 aja di deketnya, malahan dapet coklat gratis.

Orang2 rumah kadang2 suka bergunjing tentang dia. Menganalisa kira2 apa yang menyebabkan dia bertingkah seperti itu. Aku yang masih kecil ini ya mau tidak mau ya punya kuping dan memori yang alhamdulillah berfungsi dengan baik, ya jadinya aku ingat hal2 itu.

Lalu aku membayangkan gimana jadinya kalo aku jadi tante itu.. Pasti enggak enak. Orang2 pada bergunjing tentang aku dan semacamnya dan semacamnya. Jadilah rasa takut itu mendorong aku sedikit2 untuk menerima kodrat sebagai perempuan.

Bukan berarti aku menerima mentah2 bahwa perempuan itu harus cantik dan segala macemnya. Tapi aku asli pengagum wanita cantik nan budiman. Misalnya neh, Fatimah binti Muhammad, terus Aisyah, istri nabi, Khadijah.. wah, mereka wanita2 yang sangat layak untuk dipuji..

Aku masih alergi dengan yang namanya bedak. Kadang2 aja aku pake buat yah..namanya juga perempuan, tampil sedikit beda boleh dong.. Tapi untuk sehari2 mah, biasa aja.. Buat apa juga macem2. Bukannya aku enggak setuju ama saudari2 ku yang cantik dan selalu menjaga penampilan lho, aku bahkan salut ama mereka, bisa menyediakan waktu dan tenaga untuk tampil cantik dan enak dipandang..Alhamdulillah masih ada orang2 kayak mereka, membuat dunia makin berwarna.

Tapi mungkin buat aku sekarang, bukan cara bermake up yang benar yang menjadikan aku seorang perempuan, yang aku lakukan sekarang adalah belajar menjadi perempuan. Lha wong kadang2 aku masih iri dan belum bisa menerima dengan baik bahwa aku adalah perempuan.. Tapi dengan bertambahnya umur dan bergantinya waktu, insyaallah aku terus belajar untuk menjadi seorang perempuan, bukan feminis lho.. Melainkan belajar untuk mengetahui hak dan kewajiban perempuan, bagaimana berlaku seperti perempuan, bagaimana seharusnya makan ala perempuan, dan hal2 lain mengenai internal dan eksternal faktor (walah, kayak project wae, kri kri..)

Semoga bisa jadi mandiri kayak ibuku, yang udah hebat banget sebagai perempuan, salut Mom! Buat Eyangku yang hebat juga, tanpa suami (sudah almarhum ketika usia pernikahan beliau mencapai 5 tahun ato berapa ya?? ) tapi tetap terus eksis dan kuat dalam mendidik dan membesarkan putra-putrinya (semoga dibalas ALLAH dengan yang lebih baik dan lebih banyak, buk)..dan perempuan2 lain yang hebat2.. yang hebat luar dalam, yang bisa mengamalkan dan menjaga eksistensinya sebagai seorang perempuan dan menerima kodrat itu dengan ikhlas. Insyaallah aku bisa seperti mereka .. someday.. and I wiill..amiin..., karena aku belajar.. ah, hari Kartini...
Post a Comment