Laman

Tuesday, December 09, 2003

Skenario FiLm

Betul sekali, hidup hanya sebuah skenario film yang kita enggak tahu kapan berakhirnya. Bukan seperti film yang diputer di bioskop yang kita tau bakal ada ending ato sequel, hidup adalah sebuah garis lurus, film yang enggak akan berhenti sebelum manusia mati. Bahkan walau manusia itu mati, masih ada sequel yang lain untuk melanjutkan film itu.

Terima sms dari teman, seorang sutradara di Yogya. Sebetulnya kita ada janji untuk bikin film pendek selama aku pulang nanti. Kita sering share ide-ide film , kalo aku seh cuman kasih komentar en sumbang ide aja, dia yang bisa mewujudkan. Dia tanya

P--> jadi pulang besok
Ak--> enggak, dan ini enggak becanda, aku ada masalah ama ID, bilangin temen2 aku enggak jadi pulang, maaf banget. tapi beneran deh.
P--> hiks..sedih donk! padahal disini ada yang kangen ma kamu. tapi ya udahlah, semoga ini ada hikmahnya. denger kabar dari kamu barusan, aku jadi dapet ide skenario Film

Iya, aku masih belum waktunya pulang. Masih belum waktunya berjumpa dengan orang tua dan saudara. Mungkin lain kali.. jika masih ada kesempatan...semoga...

Waktu baca itu, aku jadi langsung dapet ide untuk posting. Menyadari sebuah lagu...

Hidup ini adalah panggung sandiwara
ceritanya, mudah berubah..
ada mahabrata, ada tragedi dari Yunani,
mengapa kita bersandiwara...

entah tuh lagu, lagunya siapa...yang pasti itu lagu lama en enggak salah yang nyanyi tuh yang rambutnya segede gaban! Ahmad Albar bukan ya???

anyway, kemaren ada yang abis berantem ma bunda, ah.. bukannya anak selalu begitu, sebuah kisah umum anak yang mempunyai orang tua yang berbeda generasi...tapi semuanya udah clear, karena intinya anak-orang tua selalu pengen mendapatkan yang terbaik, bukan begitu?

Skenario film kali ini kayaknya panjang banget. Melibatkan banyak pemeran dan juga banyak kru. Bukan hanya production crew, tapi juga editing yang berat banget tugasnya. Bukan cuman nyatuin gambar supaya harmonis, tapi juga mengedit jiwa para pemeran agar tetap putih dan bisa menjalani proses pembuatan dengan lancar.

Ketika manusia mengalami proses hibernation, manusia yang ingin mengalami sebuah reborn dan kelahiran kembali, dia harus membakar dirinya, sehingga seperti PHOENIX yang terus menerus membakar dirinya ketika ia merasa cukup...dan menjadi phoenix yang baru.. tapi kan manusia bukan legenda! manusia punya ingatan, yang gak bisa hilang begitu saja.. punya ingatan yang membuatnya tetap hidup dan bertahan hidup. Kenangan-kenangan yang menyakitkan dan tempaan skenario film itu sudah mendarah daging untuk membentuk manusia yang sekarang.

Aku bisa merasakan bahwa manusia yang memakan banyak asam garam kehidupan merasa bahwa ia-lah yang paling benar. tapi itu juga tidak selamanya benar, karena skenario itu tidak berhenti sampai disana, semua masih ada jalan panjang dan belum akan berhenti. cobaan demi cobaan akan terus membuat skenario kehidupan manusia bertambah asyik bila dinikmati. Kadang ada orang yang bingung untuk mulai bercerita, tapi ada juga orang yang lancar dalam bercerita.. bedanya cuman satu.. pemahaman skenario itu sendiri. Bukan aktor yang baik yang tidak hafal skenario, bukan pula aktris yang baik. Yang baik adalah yang mampu memerankan apa yang seharusnya mereka perankan. Begitu pula dalam hidup. Manusia yang baik adalah manusia yang bisa memerankan apa yang bisa ia perankan. Peran anak, peran orangtua, teman, pacar, musuh, atau apapun yang bisa ia perankan. Dan semua peran itu tidak abadi, mudah saja bagi SANG SUTRADARA untuk merubah peran itu. Dan itulah, karena film kita sangatlah dinamis, yang tidak akan pernah habis untuk dikaji dan digali.

Pernah seorang teman berkata pada saya,
kenapa hidup kamu seperti di cerita sinetron?
Saya hanya diam dan menjawab,
ah, itu hanya perasaan kamu saja, hidup saya ya seperti ini.

Mengapa ia bertanya seperti itu? Karena dia sendiri mungkin tidak memahami bahwa hidupnya adalah sebuah film khusus yang SANG SUTRADARA berikan kepadanya. Kenangan yang ia punyai tidak sama dengan bagian saya. Skenario nya berbeda, jauh berbeda...

Pada akhirnya, ketika kita mendapat bagian saat casting, jangan lupa, film yang kita mainkan ini tidak akan berhenti begitu saja. Masih banyak yang akan kita hadapi, dan satu-satu cara agar kita tidak tenggelam dalam hiruk pikuk dunia adalah menyadari dengan sepenuh hati, bahwa ini adalah skenario terbaik untuk kita. Kita bisa saja merubah skenario itu, tapi sulit bagi kita untuk merubah segala sesuatu yang sudah fix kan?

Tapi aku yakin, dengan permintaan kita yang kuat kepada SANG SUTRADARA, kita bisa merubahnya..

Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun...ada teman yang meninggal, kemaren, namanya FANI, anak Diemen, kena kanker. Masih muda. Ah.. satu skenario lagi....seperti kemaren, waktu aku chat ama temen, dia bilang..ah, kalo mati ya mati aja..gak harus nunggu naik gunung. begitu kira-kira.
Kemaren malem, aku mimpi aku mau dibunuh dan aku mau balas membunuh orang...ah, takut.. insyaallah semua amal kebaikan FANI diterima oleh ALLAH SWT dan dosa2nya diampuni..amiin.. kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.. insyaallah....







Untuk bunda yang telah melahirkan aku ke bumi ini
Untuk teman yang mencinta dengan segenap hati
Untuk sahabat-sahabat yang rela memberikan segalanya bagiku...
Cinta kalian tidak bisa membuatku egois


Post a Comment